Tentang hujan
Hujan kau tau aku
merindukan adanya seseorang yang menemaniku saat kau datang. Tapi apa yang
terjadi? Hanya ada aku dan dirimu (hujan). Kamu! dimana saat ini? Telah kucari
namun hujan yang kutemui. Hujan mengajariku berdiri tegar tanpa adanya kamu. Meskipun
kamu tak ada hujan selalu tak pernah lelah untuk menemani mesti aku tak pernah
memintanya. Yah terang saja siapa lagi yang akan menemani selain hujan. Karena temanku
hanya hujan. Hujan setiakah kau denganku, seperti saat aku masih merasakan
indahnya berjalan dibawah runtuhan air dengan seseorang. Yah seseorang yang
mungkin kini bukan milikku lagi. Ah sudahlah lupakan semua itu, karena
mengingat masa lalu yang penuh dengan
kenangan hanya akan mengundang air mata. Kesal? ya tentu saja. Kesal dengan
diriku sendiri. Hujan bisakah kau pertemukan aku dengan sesorang? Seseorang yang
mungkin menemaniku saat kau tak lagi datang...
Eeaaakšteringat mantan kak
BalasHapus