Hidup terkadang tak seindah dalam bayangan. Seperti
halnya cinta. Cinta tak selalu berakhir bahagia namun setidaknya kita telah
melakukan hal yang bisa membuatnya tetap ada. Mudah sekali rasanya jatuh cinta
tanpa tersadar bahwa harapan selalu datang bersamanya. “harapan” tidak ada yang
salah dengan sebuah harapan namun harapan yang berlebihan pada seseoranglah
yang bisa membuatmu sakit. Bukan salah orang yang tidak bisa membalas harapan
yang kau ciptakan hanya saja terkadang kita lupa bahwa kita hidup dengan
harapan itu sendiri. Memang harapan dapat menjadikan sebuah kehidupan lebih
berwarna tapi setidaknya jangan hancurkan hidupmu dengan harapan yang semu.
Tentang hujan Hujan kau tau aku merindukan adanya seseorang yang menemaniku saat kau datang. Tapi apa yang terjadi? Hanya ada aku dan dirimu (hujan). Kamu! dimana saat ini? Telah kucari namun hujan yang kutemui. Hujan mengajariku berdiri tegar tanpa adanya kamu. Meskipun kamu tak ada hujan selalu tak pernah lelah untuk menemani mesti aku tak pernah memintanya. Yah terang saja siapa lagi yang akan menemani selain hujan. Karena temanku hanya hujan. Hujan setiakah kau denganku, seperti saat aku masih merasakan indahnya berjalan dibawah runtuhan air dengan seseorang. Yah seseorang yang mungkin kini bukan milikku lagi. Ah sudahlah lupakan semua itu, karena mengingat masa lalu yang penuh dengan kenangan hanya akan mengundang air mata. Kesal? ya tentu saja. Kesal dengan diriku sendiri. Hujan bisakah kau pertemukan aku dengan sesorang? Seseorang yang mungkin menemaniku saat kau tak lagi datang...
Komentar
Posting Komentar